Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label kediri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kediri. Tampilkan semua postingan

Monumen SLG


Monumen Kediri terletak di tengah - tengah jalan Simpang Lima Gumul dan dalam kawasan pusat perdagangan Kabupaten Kediri yang jaraknya 2 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Kediri. Monumen dan Kawasan pusat perdagangan Kabupaten Kediri saat ini masih dalam proses pelestarian pembangunan yang nantinya ke depan sebagai ikon pariwisata Kabupaten Kediri disamping Gunung Kelud. Wisata Besuki dan Puhsarang. Daya tarik Monumen dan kawasan pusat perdagangan Simpang Lima Gumul adalah :

* Desain menyerupai Arch D'Triomphe di Perancis
* Panorama Kediri bisa dilihat dari puncak monumen
* Tiga jalan bawah tanah untuk masuk ke monumen
* Diorama, Mini Market, Gedung Pertemuan dan Resto tersedia di dalamnya.

Relief Seni Budaya Kabupaten Kediri kawasan Pusat Perdagangan : Hotel, Mall, Pertokoan, Grosir, Gedung Kesenian, Pertokoan, Produk Unggulan, Cinderamata Kediri, Play Ground, Pusat Informasi Perdagangan dan Pariwisata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Petilasan Sri Aji Joyoboyo








Sekitar 10 km, ± 5 menit dari Kota Kediri. Situs ini dipercayai sebagai tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya. Situs - situs yang ada di kawasan budaya ini seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan juga Arca Totok Kerot.Banyak pengunjung yang melakukan ziarah di situs ini dan puncak ritual di Pamuksan tanggal 1 Suro dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk prosesi ritual

Sosok Prabu Joyoboyo memang mengundang kekaguman. Ini pula yang jadi alasan, mengapa wisatawan banyak yang datang ke petilasannya.Termasuk ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang ini dulunya kolam dengan sumber air alami yang memiliki banyak fungsi, salah satunya menambah kekuatan lahir dan batin manusia. Tanggal 26 April 1980, sendang ini mulai dipugar. Karena tempat ini dianggap sebagai bagian tak terpisah dari petilasan Sang Prabu. Desain barunya. Sendang ini menjadi kawasan taman segi empat berukuran 1.016 meter persegi.

Bangunan utama, kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perdamaian) dan Ganesha. Selain itu, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar. Sedang bangunan pelengkap terdiri dari halaman, gapura utama (Kori Agung dan Candi Bentar), dan pagar dengan patung dewa di masing-masing sudut . Masing-masing Bathara Wisnu, Brahma, Bayu, dan Indra.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Candi Surowono





Candi ini terletak di Pare, ± 28 km, ± 50 menit dari kota Kediri. Bangunan candi merupakan hasil karya peninggalan sejarah sebagai tempat penyucian Raja Wengker, salah satu raja pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Mojopahit. Wisatawan dapat juga mengunjungi bangunan terowongan / sungai bawah tanah dengan aliran air jernih dan bercabang cabang yang terletak ± 100 meter dari bangunan Candi

Candi Surowono sebagai salah satu materi budaya Kabupaten Kediri memiliki nilai sejarah yang tinggi.Peninggalan suci Kerajaan Majapahit dengan latar belakang agama Hindu ini terletek di Pare, kurang lebih 28 kilometer dari Kota Kediri.Dulu candi ini menjadi tempat bersuci Raja Wengker salah satu raja fatsal atau bawahan di masa pemerintah Raja Hayam Wuruk,Majapahit.

Dibangun pada abad ke 15 Candi Surowono memiliki banyak keunikan.Baik dari segi arsitektur maupun relief yang menggambarkan cerita Arjuna Wiwaha,Bubhuksah,Gagang Aking dan Sri Tanjung.Sayang bagian yang masih utuh dari candi ini hanya tinggal kaki dan tubuhnya. Bagian atap sudah rusakdan runtuh. Padahal candi ini di bangun dengan menggunakan batu andesit berpori dan bagian pondasinya menggunakan batu merah dengan orientasi arah menghadap ke barat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gereja Tua Puhsarang






Gereja Tua Puhsarang terletak di Gunung Klotok, Lereng Gunung Wilis, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, 6 km, ± 15 menit dari Kota Kediri. Obyek wisata ziarah umat Katolik ini terdapat gereja tua perpaduan arsitektur Eropa dan Majapahit yang unik.

Gereja ini dibangun tahun 1936 dan sudah mengalami bebrapa renovasi. Namun dalam rentetan inovasi tersebut, bentuk asli gereja masih terjaga. Altar Gereja dari batu Massif yang beratnya mencapai tujuh ton dan berhias pahatan rusa, altar luar berbentuk stupa borobudur, menara berbentuk candi Bentar, pendopo, perangkat gamelan, tabernakel batu dengan disain batuterguling, makam dan lain-lain, masih bisa ditemui di Gereja tersebut. Bentuk - bentuk yang mengagumkan ini, tak terlepas dari tangan dingin Ir.H..Maclaine Pont (1884-1971), arsitek berkebangsaan Belanda yang lahir di Meester Cornelis (Jatinegara). Ketika mulai mendisain gereja ini, ia tak lupamemasukkan unsur budaya lokal. Maklum, sebagai arsitek, Pont sangat mengagumi situs-situs penting di Jawa, salah satunya Mojopahit di Trowulan.



Sampai renovasi terakhir, gereja ini memiliki luas sekitar 6,5 hektar. Di dalam kompleks Puhsarang, terdapat beberapa hal yang unik yang seiring waktu banyak dilirik wisatawan dari dalam dan laur negeri. Pertama, Gereja yang antik. Gereja ini diwarnai dengan unsur bentangan kawat baja sebagai ganti reng dan usuk untuk atap gereja. Dalam gereja, terdapat relief-relief batu tentang lambang-lambang penulis injil. Selain gereja, di kompleks Ziarah Katolik Puhsarang ini ada tiga patung Bunda Maria. Patung pertama ada di Gua Maria di samping kiri Gereja Puhsarang. Dul, Patung ini pernah dicuri dan dibuang> Beruntung patung ini akhirnya bisa ditemukan dan kembali dipajang di Gua Maria. Patung Kedua di dekat Gedung serba Guna, sedangkan yang ketiga di Gua Maria Lourdes.


Daya tarik yang lain yang bisa ditemui di tempat ini adalah Tiga Jalan Salib. Masing-masing ada di kompleks Gereja St. Maria Puhsarang, yang kedua disekeliling taman Hidangan Kana dan yang Ketiga di bagian belakan, berupa stasi renungan denganbentuk patung-patung sebesar manusia. Jalan Salib ini diresmikan pada hari Minggu 28 Mei 2000.

Selain gereja antik, tiga patung Bunda Maria dan tiga jalan Salib, juga bisa menemui Tiga Pondok Rosario yang disiapkan khusus bagi peziara untuk berdoa rosario. Tiga pondok ini dibuat berdasar misteri hidup Yesus Kristus yang direnungkan dalam doa. Yakni peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih dan Peristiwa Mulya. Obyek - obyek lain yang menarik, seperti :

GUA MARIA LOURDES

Kurang Lebih `100 meter dari Pendopo Emaus, kita bisa melihat Gua Maria Lourdes. Gua ini dibangun pada 11 Oktober 1998, didesain menyerupai Gua maria Lourdes di Prancis, tingginya 18 meter. Gua yang diresmikan pada tanggal 2 Mei 1999 dihiasi patung Pieta, yang digambarkan Bunda Maria sedang memangku Yesus. ini serupa dengan patung yang terdapat di Basilika St. Petrus, Roma.

Di depan Gua Maria Lourdes terdapat tanah lapang yang mampu menampung ribuan jamaah. Di tempat peziarah ini pulalah diteruskan tradisi ziarah Katolik, berupa Misa Novena Maria setiap hari Minggu di pekan pertama atau kedua tiap bulan, dan misa Tirakatan malam Jumat Legi, yang sangat khas bagi masyarakat Katolik Jawa.


MAUSOLEUM DAN COLUMBARIUM

Salah satu bagian penting dari tempat ziarah Katholik Puhsarang adalah Mauseleum atau makam para uskup dan romo yang berkarya di keuskupan Surabaya. Ditempat ini dimakamkan kembali jenazah Mgr. M.Verhoeks. CM, Mgr. J>A>M. Kloster CM, Rm. J.H Soemarki CM dan Rm. Rekosubroto CM. Selain makam para Uskup dan Romo, terdapat pula tempat penitipan abu jenazah (Columbarium) untuk seluruh umat Katholik.


BUMI PERKEMAHAN BUKIT TABOR

Berkemah sambil berziarah tampaknya bisa menjadi salah satu alternatif pilihan liburan rohani, selain menghilankan kepenatan, wisata camping religi juga dapat meningkatkan olah rohani dan kepribadian. Di Puhsarang, wisata perkemahan dapat dilakukan di BukitTabor yang merupakan Camping Ground area. Lokasi ini berada didekat tempat Ziarah Gua Maria Lordes Puhsarang. bUmi Perkemahan ini dapat digunakan oleh semua kelompok baik Pramuka, muda-mudi, Pencinta alam, maupun masyarakat umum. Bumi Perkemahan Bukit Tabor diresmikan tanggal 8 Oktober 2000 oleh Bapak Uskup Johanes Hadiwikarta, Pr.

TAMAN HIDANGAN KANA

Untuk mendapatkan perelngkapan Ziarah maupun sekedar oleh-oleh khas Puhsarang, wisatawan dapat mengunjungi taman hidangan Kana. Di tempat ini pengunjung dapat menjumpai aneka keperluan ziarah, serta beragam buah tangan yang ditawarkan oleh sekitar 50 kios. Kios-kios teesebut saat ini sudah terorganisir rapi dan berada dalam satu kawasan, sehingga memudahkan pengunjung untuk berbelanja. Kawsan belanja religi ini juga diresmikan oleh Uskup johanes Hadiwikarta pada 26 Januari 2001.

WISMA BETLEHEM

Bagi pengunjung yang ingin bermalam, di lokasi wisata Puhsarang juga tersedia penginapan Wisma Betlehem. Namun wisam ini tidak dipergunakan untuk acara retret, seminar maupun kerohanian lainnya, mengingat hanya terdiri dari kamar-kamar sederhana tempat peristirahatan. Wisam ini memiliki fasilitas sekitar 24 tempat tidur standart dan 30 kamar VIP. Selain itu di tempat peristirahatan ini juga terdapat kafetaria yang menyediakan beragam hidanngan makanan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS